Logo BeritaKini
Breakingnews
Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Karhutla Kalbar Berjalan Terkoordinasi
Presiden Prabowo Subianto langsung memimpin rapat terbatas untuk mengevaluasi kondisi terkini sekaligus memperkuat langkah penanganan di lapangan.
NASIONAL

Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Karhutla Kalbar Berjalan Terkoordinasi

person

REPORTER

Caca Cariwan

Editor

Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:56 WIB

KALIMANTAN BARAT | Presiden Prabowo Subianto menunjukkan respons cepat terhadap situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Begitu tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (22/8/2026), Presiden langsung memimpin rapat terbatas untuk mengevaluasi kondisi terkini sekaligus memperkuat langkah penanganan di lapangan.


Rapat tersebut mempertemukan jajaran pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, BNPB, BMKG, Basarnas, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Presiden ingin memastikan seluruh unsur bergerak dalam satu koordinasi menghadapi ancaman karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.


Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, sedikitnya delapan pimpinan kementerian/lembaga dari pemerintah pusat dan 10 unsur pimpinan daerah hadir dalam rapat tersebut. Mereka terdiri atas unsur pemerintah daerah, gubernur, kapolda, pangdam, Basarnas, BMKG, hingga BNPB daerah.



Ribuan Titik Panas Terdeteksi

Dalam rapat, Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo memaparkan perkembangan titik panas berdasarkan pemantauan satelit selama 24 jam.


Dari hasil pemantauan, terdapat 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sementara itu, sebanyak 3.100 titik panas terdeteksi dengan tingkat kepercayaan menengah dan 406 titik lainnya berada dalam kategori kepercayaan rendah.


Sebaran titik panas tersebut terutama berada di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, Sanggau, Sintang, dan Sambas.


"Kami laporkan bahwa titik hotspot ini didominasi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara di wilayah sektor Selatan. Kemudian di wilayah timur juga Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas," ujar Asrianus Bulo.


Data tersebut menjadi perhatian pemerintah karena karhutla berpotensi meluas apabila tidak segera dikendalikan, terutama di kawasan yang memiliki karakteristik lahan gambut.


Prabowo Ingin Melihat Langsung Kondisi Karhutla

Presiden Prabowo menegaskan, kedatangannya ke Kalimantan Barat bukan hanya untuk menerima laporan dari jajaran terkait. Kepala Negara ingin melihat kondisi nyata di lapangan dan memastikan strategi penanganan yang telah disiapkan benar-benar berjalan.


"Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata," kata Presiden Prabowo saat membuka rapat.


Setelah rapat, Presiden kemudian bergerak menuju Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Di lokasi tersebut, Presiden menyusuri area yang terdampak kebakaran dan melihat langsung proses penanganan yang dilakukan petugas gabungan.


Presiden juga menyapa para petugas yang tengah bekerja melakukan pemadaman. Kepada jajaran terkait, Kepala Negara menekankan pentingnya kecepatan, ketepatan, dan koordinasi dalam mengendalikan api.


Kehadiran Presiden di lokasi menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap para petugas yang berada di garis depan penanganan karhutla sekaligus masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak.


1.500 Personel TNI Ditambah

Untuk memperkuat operasi pemadaman dari darat, pemerintah menyiapkan tambahan tiga batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan.


Personel tambahan tersebut dijadwalkan mulai didatangkan sejak Sabtu hingga Minggu pagi. Mereka akan memperkuat pasukan yang telah diterjunkan di berbagai lokasi rawan dan terdampak karhutla.


"Penambahan 3 batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan yang akan didatangkan mulai hari ini hingga Minggu pagi,"kata Teddy Indra Wijaya.


Penambahan personel diharapkan mempercepat penanganan titik api sekaligus meningkatkan kemampuan petugas dalam melakukan pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.


Enam Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Tidak hanya memperkuat operasi darat, pemerintah juga meningkatkan operasi pemadaman melalui udara.


Sebanyak enam helikopter besar water bombing dijadwalkan tiba pada Sabtu sore. Armada udara tersebut akan digunakan untuk membantu menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit ditangani melalui jalur darat.


"Penambahan 6 helikopter besar water bombing yang dijadwalkan tiba pada sore hari untuk memperkuat upaya pemadaman," ujar Teddy.


Selain pengerahan helikopter, pemerintah akan menambah alat pompa dan melakukan pengeboran sumber air, khususnya di kawasan lahan gambut.


Upaya tersebut dilakukan karena kebakaran lahan gambut memiliki karakteristik khusus. Api tidak selalu terlihat di permukaan, tetapi panas dapat bertahan di bawah tanah dan kembali memicu kebakaran apabila tidak ditangani secara menyeluruh.


Operasi Modifikasi Cuaca Disiapkan

Strategi penanganan karhutla juga dilakukan melalui pendekatan teknologi. Pemerintah berencana kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan.


Sebelumnya, OMC telah dilaksanakan pada 11 hingga 18 Agustus 2026. Operasi tersebut sempat dihentikan karena kondisi atmosfer belum menyediakan potensi awan yang memadai.


Namun, berdasarkan koordinasi dengan BMKG, peluang pelaksanaan OMC kembali terbuka pada 23 hingga 27 Agustus 2026.


"Kemudian kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awal akan terjadi pada tanggal 23-27 sehingga kami akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca,"tutur Asrianus Bulo.


Prakiraan cuaca juga menunjukkan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah, terutama kawasan timur Kalimantan Barat, pada periode 21 hingga 27 Agustus 2026.


Pemda Diminta Perkuat Pencegahan

Presiden Prabowo tidak hanya menaruh perhatian pada pemadaman, tetapi juga meminta pemerintah daerah memperkuat langkah pencegahan.


Pemda diminta lebih tegas menerapkan aturan dan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah persoalan karhutla terus berulang.


"Presiden juga menekankan agar Pemerintah Daerah tegas dalam menerapkan aturan di wilayahnya, sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang," kata Teddy.


Dengan demikian, penanganan karhutla diarahkan tidak hanya pada pemadaman api, tetapi juga mencakup pencegahan, pengawasan, penguatan personel, pengelolaan kawasan gambut, operasi udara, hingga rekayasa cuaca.


Kunjungan langsung Presiden Prabowo ke lokasi karhutla di Kubu Raya memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Pemerintah pusat dan daerah kini dituntut bergerak cepat dan terpadu agar titik api dapat dikendalikan serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat dapat diminimalkan ***

visibility Dilihat: 67 kali
Gabung Saluran WhatsApp Kami

forum Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini.