GARUT,METROJABAR.CO.ID — Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Margahayu, Kabupaten Garut, mendapat pelatihan pengolahan buah lokal menjadi produk pangan bernilai ekonomi. Kegiatan ini digelar tim dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (16/9/2026).
Pelatihan tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah buah, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis potensi yang tersedia di desa.
Selama ini, sebagian buah lokal masih lebih banyak dijual dalam bentuk segar. Melalui teknologi pengolahan pangan sederhana, buah tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki daya simpan lebih panjang serta berpotensi memberikan nilai jual lebih tinggi.
Ketua tim pengabdian kepada masyarakat STEI ITB, Prof. Kridanto Surendro, mengatakan pemanfaatan teknologi di tingkat masyarakat harus disertai dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia.
"Teknologi tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk peralatan. Masyarakat harus memahami cara menggunakan dan mengembangkan teknologi tersebut agar manfaatnya bisa berlangsung secara berkelanjutan," ujar Kridanto.
Dalam praktiknya, peserta mendapatkan materi mulai dari pemilihan bahan baku, pencucian dan persiapan buah, penggunaan peralatan, proses pengolahan hingga menghasilkan produk yang siap dikembangkan.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai kebersihan dalam proses produksi, penyimpanan, pengemasan dan pengendalian kualitas. Pengetahuan tersebut dinilai penting apabila produk hasil olahan nantinya dikembangkan menjadi usaha.
Kridanto menyebut, kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat melihat potensi yang ada di lingkungan sekitar sebagai sumber kegiatan ekonomi.
"Harapannya, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebagai kegiatan rumah tangga. Ini bisa menjadi langkah awal untuk mengembangkan usaha yang berbasis potensi lokal," katanya.
Sekretaris Desa Margahayu, Hendra Irawan, mengapresiasi pelatihan yang diberikan tim STEI ITB kepada kelompok PKK. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru sekaligus membuka wawasan masyarakat mengenai peluang ekonomi dari buah-buahan lokal.
"Kami mengapresiasi kegiatan dari STEI ITB karena masyarakat mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru. Potensi buah lokal yang ada di desa bisa dikembangkan menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi," ujar Hendra.
Hendra berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Ia berharap ada pendampingan lanjutan agar masyarakat dapat mengembangkan hasil pelatihan menjadi produk yang bisa dipasarkan.
"Kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut dengan pendampingan. Jadi, keterampilan yang sudah didapat masyarakat bisa dikembangkan menjadi kegiatan usaha dan memberikan manfaat bagi ekonomi keluarga maupun desa," katanya.
Menurutnya, pengembangan produk lokal juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi dan masyarakat. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, produk olahan buah diharapkan tidak hanya menjadi hasil pelatihan, tetapi dapat berkembang sesuai kebutuhan konsumen dan peluang pasar.
Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa potensi ekonomi desa tidak selalu harus berasal dari sektor baru. Bahan baku yang selama ini tersedia di sekitar masyarakat dapat dikembangkan melalui inovasi dan teknologi sederhana.
Kelompok PKK Desa Margahayu diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak dalam pemanfaatan buah lokal, sehingga hasil pertanian masyarakat tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah.
Tim STEI ITB berharap pelatihan tersebut menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Margahayu untuk mengembangkan produk pangan berbasis potensi lokal secara mandiri, sekaligus membuka peluang usaha dan memperkuat
perekonomian keluarga.***(Drik)
Peringatan Hari Santri Nasional dan MTQ ke-48 Perkuat Nilai-Nilai Al-Quran
Lola Nelria Oktavia Realisasikan Aspirasi Petani, Traktor Roda Empat Diserahkan ke Kelompok Tani di Garut
T.I.M.C Resmi Aktif Kembali, Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan Karyawan
Ketua Tim 18 Jabar Sebut KDMP di Garut Siap Beroperasi
Polemik Capacity Building ke Jogja, Dinkes Garut Siap Jika Diperiksa Inspektorat
Dukung jurnalisme independen kami dengan memindai kode QRIS di bawah ini melalui aplikasi e-wallet atau m-banking kesayangan Anda.
Terima kasih banyak atas apresiasi & dukungan Anda!