BANDUNG, METROJABAR | PT Pegadaian (Persero) terus memperluas ekosistem investasi emas digital melalui kolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan BCA Digital. Setelah sebelumnya menghadirkan layanan investasi emas melalui aplikasi myBCA, kini Pegadaian bersama BCA Digital resmi meluncurkan fitur bluInvest Emas yang terintegrasi langsung dalam aplikasi blu.
Fitur tersebut diluncurkan pada Jumat (18/9) sebagai bagian dari pengembangan layanan investasi digital yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki dan mengelola investasi emas melalui perangkat smartphone.
Kehadiran layanan Tabungan Emas di aplikasi blu mendapat sambutan positif dari PT Pegadaian (Persero) Kanwil X Jawa Barat. Layanan tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama generasi digital yang menginginkan instrumen investasi yang praktis, aman, dan mudah diakses.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil X Jawa Barat, Eko Supriyanto, mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan adanya kepercayaan dari sektor perbankan terhadap Pegadaian, khususnya dalam pengelolaan bisnis logam mulia atau bullion.
Saat ini, total kelolaan emas Pegadaian secara nasional mencapai sekitar 155 ton. Dari jumlah tersebut, lebih dari 20 ton berasal dari layanan Tabungan Emas.
“Peluncuran bluInvest Emas ini adalah kabar gembira bagi nasabah perbankan digital, tak terkecuali bagi para pengguna blu di Jawa Barat. Kami sadar bahwa gaya hidup saat ini menuntut segalanya cepat dan terintegrasi,” ujar Eko.
Melalui fitur bluInvest Emas, nasabah blu tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan maupun mendatangi kantor cabang untuk mulai berinvestasi. Berbagai transaksi, mulai dari pembukaan rekening Tabungan Emas, pembelian, penjualan, hingga pemantauan harga emas harian dapat dilakukan melalui menu Portfolio > Investasi pada aplikasi blu.
Kemudahan juga ditawarkan dari sisi nominal investasi. Nasabah dapat mulai membeli emas dengan dana sebesar Rp10.000, sehingga investasi emas dapat dijangkau lebih banyak kalangan, termasuk masyarakat yang baru mulai mengenal investasi.
Eko mengatakan, kemudahan tersebut diharapkan turut mendorong perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang emas. Menurutnya, investasi emas sebaiknya dilakukan secara rutin dan berorientasi jangka panjang, bukan semata-mata mengejar keuntungan dari pergerakan harga dalam waktu singkat.
“Seperti yang disampaikan oleh tim pusat kami, emas sejatinya bukan sekadar untuk mengejar untung harian atau bulanan, melainkan proyeksi investasi riil untuk tiga hingga lima tahun ke depan. Jadi, jangan tunggu harga turun, karena justru tren jangka panjangnya cenderung naik,” katanya.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan kemudahan layanan digital untuk mulai membangun kebiasaan menabung emas secara bertahap.
“Sambil menata cashflow di aplikasi blu, langsung saja sisihkan sebagian dana untuk mulai menabung emas,” tambah Eko.
Untuk mendukung peluncuran bluInvest Emas, nasabah yang mulai berinvestasi melalui fitur tersebut juga berkesempatan mendapatkan berbagai promo menarik.
Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas sekaligus meningkatkan literasi keuangan, khususnya di Jawa Barat. Dengan layanan yang terintegrasi secara digital dan nominal awal yang terjangkau, masyarakat dapat mulai membangun aset untuk kebutuhan finansial jangka panjang secara bertahap.***
Irigasi Pertanian Jadi Prioritas, Lola Nelria Oktavia Dukung Poktan Baraya Tani di Garut
OJK Perkuat Reformasi Pasar Modal Indonesia, Tanggapi Evaluasi MSCI
Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik 1–100 Gram Kini Bisa Instan
PLN Majalaya Siagakan Personel Dukung Kelancaran Kunjungan Wamendagri ke KDKMP Rancaekek
APINDO Jabar Minta RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Dikaji Ulang, Lapangan Kerja Jadi Perhatian Utama
Dukung jurnalisme independen kami dengan memindai kode QRIS di bawah ini melalui aplikasi e-wallet atau m-banking kesayangan Anda.
Terima kasih banyak atas apresiasi & dukungan Anda!