BANDUNG, METROJABAR.CO.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menghadiri wisuda Poltekesos Bandung di Sabuga Kota Bandung, Senin 28 September 2026.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pemerintah menawarkan lulusan Poltekesos untuk mengabdi di lingkungan Sekolah Rakyat. Menurut Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, lulusan Poltekesos merupakan pekerja sosial yang mempunyai keterampilan serta dibutuhkan oleh Masyarakat.
Menurutnya pemerintah setiap tahunnya merekrut tenaga pendidik untuk Sekolah Rakyat.
“Setiap tahun kita merekrut sejumlah tenaga kependidikan, ya yang mana ini tentu cocok dengan profesi para wisudawan di Poltekkesos ini. Pekerja sosial hari ini sangat dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat, bisa mengabdi di lingkungan pemerintahan maupun juga di lembaga-lembaga non-government, yang mana pekerja sosial dengan keterampilan-keterampilan yang dimiliki, ya bisa membantu masyarakat,”ucap Gus Ipul.
Gus Ipul juga menyinggung masalah akurasi data bantuan sosial (Bansos). Dikatakan dia, sejak instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan konsolidasi data, verifikasi, validasi dan penglelolaan data oleh BPS, pihaknya membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, salah satunya Adalah agen Perlindungan Sosial (Parlinsos).
“Kementrian, lembaga, dan pemerintah daerah diminta untuk membantu pemutakhiran data. Dalam rangka pemutakhiran data itulah kita butuh bantuan dari banyak pihak. Salah satunya adalah dari agen-agen Parlinsos,”jelas Gus Ipul.
Agen Parlinsos menurutnya membantu masyarakat untuk masuk ke dalam sistem layanan digital pemerintah. Di mana ada hal yang sangat penting yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto.
Kementrian sosial menurutnya ingin menghadirkan data yang akurat dan penyaluran bansos yang akurat. Pemerintah membangun satu sistem yang bisa memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat, untuk ikut mendaftar menjadi penerima bansos.
Sistim tersebut nantinya akan melakukan verifikasi apakah seseorang layak untuk mendapatkan bansos atau tidak.
“Sistim ini sudah kita uji cobakan di Kabupaten Banyuwangi tahun lalu, dan sekarang sudah kita uji cobakan di lebih dari 40 kabupaten/kota,”jelas dia.
Ia menambahkan, Oktober 2026, uji coba itu diperluas lebih dari 250 kota. Gus Ipul berharap pada akhir tahun nanti data di seluruh kabupaten/kota sudah masuk dan dapat menyelenggarakan apa yang kita sebut dengan digitalisasi bansos itu.
“Ini adalah suatu layanan yang menggunakan teknologi berbasis AI. Dan digitalisasi bansos ini ada satu tim yang diberi tugas oleh pak Presiden di bawah kepemimpinan Pak Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, nah salah satu anggotanya adalah Kementerian Sosial,”jelasnya.
Pihaknya ungkap Gus Ipul, memerlukan tenaga – tenaga Parlinsos untuk mensosialisasikan layanan yang menggunakan smartphone tersebut.
“Seperti di Banyuwangi tahun lalu itu kita terapkan, kurang dari 10 persen masyarakat yang bisa mendaftar secara mandiri, sisanya dibantu oleh agen-agen Parlinsos itu,”ucap Mensos.
Sementara Poltekesos Bandung mewisuda 372 orang, yang terdiri dari Prodi Peksos Program MT 23 orang, Prodi Rehsos Program ST 86 orang, Prodi Lindayasos Program ST 78 orang, dan Prodi Peksos Progra
m ST sebanyak 185 orang.***
Perkuat Kinerja dan Profesionalisme Pekerja Sosial, Mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi Psikolog Fakultas Psikologi UNISBA Beri Pendampingan Pegawai Griya Bina Karya Cisarua
Aksi Nyata dan Berdampak Prodi Pendidikan Profesi Psikolog Fakultas Psikologi UNISBA Dampingi Pegawai GBK Cisarua
Abizar Machmud Sebut Renovasi Sekolah Strategis, Ini Alasannya untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Mahasiswa Profesi Psikolog UNISBA Perkuat Komunikasi Suportif Pekerja Sosial untuk Dampingi WBS
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Bantuan Pendidikan Jabar Sakola
Dukung jurnalisme independen kami dengan memindai kode QRIS di bawah ini melalui aplikasi e-wallet atau m-banking kesayangan Anda.
Terima kasih banyak atas apresiasi & dukungan Anda!